Rabu, 08 Juni 2011

TERUNTUK

kaki kecilku melangkah di lantai dengan hantaran lengan
kehangatan sinarmu mengantar ke depan
dari bahasa terbata-bata hingga baca tulis
rengkuhan yang senantiasa dekat kurasakan


masa baligh lewat
kubertemu suasana baru di irama kota
pergulatan adalah bahasa sehari-hari
untuk perut dan percaya diri
pada lembayung di kebisingan senyummu muncul
hal tak tergantikan dengan hanya bertukar aksara dan bicara

liburku adalah keriangan
di kendaraan aku sudah bertemu denganmu
kita selalu dekat
tunggulah aku di pintumu

tak ada yang bisa kulukis
semuanya hanya isi di dalam hati dan gambarmu di kamar sempitku

selalu sayang
selalu cinta
selalu rindu
cium dengan berlututku adalah yang selalu kunantikan

Salam, Ibu!!!

--------

(puisi ini saya buat atas permintaan seorang teman)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar